- Get link
- X
- Other Apps
PENCIPTAAN HAWA DAN PERAN SETAN
Penciptaan wanita pertama, tempat tinggal yang tenang di Firdaus dan permulaan permusuhan antara Setan dan umat manusia.
Adam membuka matanya dan menatap wajah cantik seorang wanita yang menatapnya. Adam terkejut dan bertanya kepada wanita itu mengapa dia diciptakan. Dia mengungkapkan bahwa dia harus meringankan kesepiannya dan membawa ketenangan baginya.
Malaikat menanyai Adam. Mereka tahu bahwa Adam memiliki pengetahuan tentang hal-hal yang tidak mereka ketahui dan pengetahuan yang dibutuhkan umat manusia untuk menduduki bumi. Mereka berkata ‘siapa ini?’ Dan Adam menjawab ‘ini adalah Hawa’.
Hawa adalah Hawwa dalam bahasa Arab; itu berasal dari kata dasar ‘hayyu’, yang berarti hidup. Hawa juga merupakan varian bahasa Inggris dari kata Ibrani lama Havva, juga berasal dari jerami. Adam memberi tahu para Malaikat bahwa Hawa dinamai demikian karena dia dibuat dari sebagian dirinya dan dia, Adam, adalah makhluk hidup.
Baik tradisi Yahudi dan Kristen juga menyatakan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam, meskipun dalam terjemahan literal tradisi Yahudi, tulang rusuk kadang-kadang disebut sebagai sisi.
Terkait dengan penciptaan ini Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat Annisa Ayat 1 yang berbunyi :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
Ayat tersebut diatas dapat dimaknai demikianb:
Wahai manusia yang takut kepada Allah dan berpegang teguh kepada perintah-perintahNYA serta menjauhi larangan-laranganNYA, DIA lah Dzat yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu,yaitu adam dan darinya DIA menciptakan istrinya, yaitu hawwa’, selanjutnya Dia menyebarkandari keduanya di seluruh penjuru bumi kaum lelaki dan kaum wanita yang banyak. Dan hendaknya kalian selalu merasa diawasi Allah yang sebagian dari kalian meminta sebagian yang lain dengan NamaNYA. Hindarilah memutus hubungan silaturahim kalian. Sesungguhnya Allah selalau mengawasi seluruh keadaan kalian.
Tradisi Nabi Muhammad mengisahkan bahwa Hawa diciptakan ketika Adam sedang tidur, dari tulang rusuk kirinya yang paling pendek dan setelah beberapa saat, ia tertutup dengan daging. Dia (Nabi Muhammad) menggunakan kisah penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam sebagai dasar untuk memberikan tauladan kepada umatnya bahwa setiap orang agar bersikap lembut dan baik kepada wanita.
“Wahai Muslim! Saya menyarankan Anda untuk bersikap lembut dengan wanita, karena mereka dibuat dari tulang rusuk, dan bagian tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika Anda mencoba meluruskannya, itu akan pecah, dan jika Anda meninggalkannya, itu akan tetap bengkok; jadi saya mendesak Anda untuk merawat para wanita. “(Saheeh Al-Bukhari)
Tinggal di Firdaus
Adam dan Hawa berdiam dalam ketenangan di Firdaus. Ini juga disetujui oleh tradisi Islam, Kristen dan Yahudi. Islam memberi tahu kita bahwa semua Firdaus adalah milik mereka untuk dinikmati dan Tuhan berkata kepada Adam,
وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
“Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqarah Ayat 35)
Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah berfirman: “wahai Adam Tinggallah engkau dan istrimu Hawwa di surga, dan nikmatilah oleh kalian berdua buah-buahannya dengan penuh nikmat dan keleluasaan di tempat mana saja yang kalian kehendaki, tapi janganlah kalian berdua mendekati pohon ini agar kalian tidak terjerumus kedalam maksiat yang akibatnya kalian akan menjadi orang-orang yang melanggar perintah Allah.
Al Quran tidak mengungkapkan lokasi tepatnya di mana Firdaus ini berada. Namun, banyak penafsir yang setuju bahwa itu bukan di bumi, dan bahwa pengetahuan tentang lokasi itu adalah tidak bermanfaat bagi umat manusia. Namun, manfaatnya adalah bahwa manusia dapat menjadikan ini sebagai bahan untuk memahami pelajaran dari peristiwa yang terjadi di sana.
Terkait dengan perintah Allah kepada Adam dan Hawa yang memperingatkan mereka “... jangan dekat-dekat pohon ini atau kalian berdua akan menjadi orang yang zalim.” (Al-Quran 2:35) , Al-Quran tidak mengungkapkan jenis pohon apa itu; sementara kami tidak memiliki detail dan mencari pengetahuan seperti itu juga tidak menghasilkan manfaat. Yang dipahami adalah bahwa Adam dan Hawa menjalani kehidupan yang tenang dan memahami bahwa mereka dilarang makan dari pohon itu. Namun, Setan menunggu untuk mengeksploitasi kelemahan umat manusia. Sebagaimana tergambar dalam ayat selanjutnya yang berbunyi:
فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ
Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.(QS. Al Baqarah Ayat 36)
Ayat tersebut dapat dimaknai demikian: “Maka setan menjerumuskan mereka berdua ke dalam kesalahan itu dengan cara membikin-bisikan kepada mereka sehingga mereka memakan buah dari pohon tersebut. maka setan menjadi sebab dikeluarkannya mereka berdua dari surga dengan segala kenikmatannya. Dan Allah ta’ala berfirman kepada mereka: “turunlah kalian ke bumi, sebagian kalian akan memusuhi sebagian yang lain -maksudnya Adam alaihissalam, Hawwa dan setan- dan di muka bumi ini kalian akan mendapatkan hunian dan tempat kediaman serta kalian dapat memanfaatkan isinya sampai saat ajal kalian berakhir.
فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.(QS. Al Baqarah Ayat 37)
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat yang diilhamkan Allah kepadanya untuk bertaubat dan memohon ampunan kepada Nya, yaitu firman Allah :
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” [QS Al-A’raaf ayat 23]
Maka Allah menerima Taubat Adam dan mengampuni dosanya. dan sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat orang yang bertobat dari para hamba-Nya lagi maha penyayang kepada mereka.
Ayat inilah yang kemudian kita kenal sebagai salah satu doa Nabi Adam.
Pada Albaqarah ayat 38, Allah kembali menegaskan :
قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.
Allah berfirman kepada mereka: “turunlah kalian dari surga, akan datang kepada kalian dan keturunan pengganti kalian wahyu yang mengandung hidayah bagi kalian kepada kebenaran. Barang siapa mengamalkannya maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka berkaitan dengan apa yang akan mereka hadapi di akhirat dan mereka tidak bersedih atas apa-apa yang tidak mereka raih di dunia.
Beberapa penjelasan diatas menyebutkan bahwa turunnya Adam dan Hawa ke bumi adalah karena pengaruh syaitan. Lalu pertanyaannya adalah, Siapa itu Syaitan, dan apa perannya?
Siapakah Setan?
Setan adalah makhluk dari dunia Jin. Dan Jin adalah ciptaan Allah yang terbuat dari api. Mereka terpisah dan berbeda dari para Malaikat dan umat manusia; namun, seperti halnya umat manusia, mereka memiliki kekuatan akal dan dapat memilih antara yang baik dan yang jahat. Jin itu ada sebelum penciptaan Adam dan Setan adalah Jin yang terbaik di antara mereka, sedemikian rupa sehingga setan diangkat ke posisi yang tinggi di antara para Malaikat.
Setan adalah makhluk dari dunia Jin. Dan Jin adalah ciptaan Allah yang terbuat dari api. Mereka terpisah dan berbeda dari para Malaikat dan umat manusia; namun, seperti halnya umat manusia, mereka memiliki kekuatan akal dan dapat memilih antara yang baik dan yang jahat. Jin itu ada sebelum penciptaan Adam dan Setan adalah Jin yang terbaik di antara mereka, sedemikian rupa sehingga setan diangkat ke posisi yang tinggi di antara para Malaikat.
Senada dengan itu, Allah SWT berfirman:
وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.(QS. AlHijr ayat 27)
Maknanya adalah:
Dan kami ciptakan moyang jin, yaitu iblis, sebelum penciptaan Adam, dari api yang amat panas, yang tidak ada asapnya sama sekali.
Ayat berikutnya Allah berfirman :
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.(QS. Al Hijr ayat 28)
Dan ingatlah (wahai rasul), ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ”sesungguhnya Aku akan mencipatkan manusia dari tanah yang kering. Dan tanah kering ini berasal dari tanah berwarna hitam yang telah mengalami warna perubahan.
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.(QS. AlHijr ayat 29)
Lalu apabila Aku telah menciptakannya, dan Aku sempurnakan bentuk fisiknya, dan Aku tiupkan ruh padanya, maka bersujudlah padanya sebagai bentuk salam dan penghormatan, bukan sujud peribadahan.
Maka Malaikat bersujud bersama mereka semua. Kecuali Setan, dia menolak untuk berada di antara para malaikat dan jin.
Tuhan berkata:
فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ
Al Hijr ayat 30.
Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,
إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ
Al Hijr Ayat 31.
“Kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.
Maknanya adalah, maka para malaikat semuanya bersujud sebagai mana tuhan mereka memerintahakan mereka, tidak ada satupun dari mereka yang menolak. Akan tetapi iblis enggan bersujud kepada Adam bersama malaikat-malaikat yang bersujud.
قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ
Al Hijr ayat 32. Allah berfirman:
“Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”
Allah berfirman kepada iblis, ”mengapa kamu tidak mau bersujud bersama malaikat?
قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ
Al Hijr ayat 33.
Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”
Iblis menjawab seraya menampakan kesombongan dan kedengkiannya, ”tidak pantas bagiku untuk bersujud kepada manusia yang Engkau adakan dari tanah yang kering yang sebelumnya berupa tanah berwarna hitam yang telah berubah.
قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ
Al Hijr ayat 34.
Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,
وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ
Al Hijr ayat 35.
“dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”.
Dapat ditafsirkan bahwa Allah berfirman kepadanya, ”maka keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu telah dijauhkan dari segala kebaikan dan sesungguhnya laknatKu dan kutukanKu untuk jauh dari rahmatKu menimpa kalain hingga hari manusia dibangkitkan untuk diperhitungkan amal perbuatan mereka dan pembalasannya.
Disinilah peran iblis dimulai.
Peran Setan
Setan ada di Surga Adam dan Hawa dan sumpahnya adalah untuk menyesatkan dan menipu mereka dan keturunan mereka. Setan berkata: “… pasti aku akan duduk menunggu mereka (manusia) di Jalan Lurus Anda. Sebagaimana yang diterangkan pada ayat berikutnya yaitu:
Setan ada di Surga Adam dan Hawa dan sumpahnya adalah untuk menyesatkan dan menipu mereka dan keturunan mereka. Setan berkata: “… pasti aku akan duduk menunggu mereka (manusia) di Jalan Lurus Anda. Sebagaimana yang diterangkan pada ayat berikutnya yaitu:
قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Al Hijr ayat 36.
Berkata iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.
iblis berkata, “ Wahai Tuhanku, tangguhkanlah aku di dunia hingga pada hari yang Engkau akan membangkitkan hamba-hambaMu padanya, yaitu Hari Kiamat
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ
Al Hijr ayat 37.
Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ
Al Hijr ayat 38.
“sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan,
Makna dari ayat 37-38 ini adalah Allah berfirman kepadanya, “Sesungguhnya kamu termasuk yang aku tangguhkan kematian mereka sampai hari semua mahkluk mati pada tiupan pertama, bukan hingga Hari Kebangkitan” Sesungguhnya dipenuhinya permintaan itu sebagai bentuk pengeluaran waktu dan penanguhan serta cobaan bagi bangsa jin dan manusia.
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
Al Hijr ayat 39.
Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
Al Hijr ayat 40.
“Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.
Tafsir dari ayat 39-40 ini adalah bahwa “Iblis berkata, “Wahai Tuhanku, lantaran Engkau telah memastikanku bersalah dan sesat, pastilah aku akan menjadikan keturunan Adam memandang indah perbuatan maksiat kepadaMu di mua bumi, dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka semua dari jalan Hidayah, kecuali hamba-hambaMu yang Engkau berikan hidayah kepada mereka, lalu mereka mengikhlaskan ibadah kepadaMu semata, bukan pada mahklukMu.
قَالَ هَٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ
Al Hijr ayat 41.
Allah berfirman: “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya).
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ
Al Hijr ayat 42.
“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.
Makna ayat 41-42.
Allah berfirman, “Ini adalah jalan lurus, tengah-tengah, yang menghantarkan kepadaKu dan pada tempat kemuliaanKu. Sesungguhnya hamba-hambaKu yang ihklas kepadaKu, Aku tidak akan menjadikan bagimu kekuasaan terhadap hati-hati mereka untuk menyesatkan mereka dengan itu dari jalan lurus. Akan tetapi, kekuasaanmu hanya ada pada orang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang sesat lagi menyekutukan Allah yang rihda dengan kekuasaanmu dan ketaatan kepadamu, sebagai ganti ketaatan kepadaku.”
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ
Al Hijr ayat 43. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.
Pada ayat lain dijelaskan bahwa iblis berkata
“Lalu aku akan mendatangi mereka dari sebelum mereka dan di belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka … ”(Al-Quran 7: 16-17)
Setan sombong, dan menganggap dirinya lebih baik daripada Adam, dan dengan demikian umat manusia. Dia licik dan licik, tetapi pada akhirnya memahami kelemahan manusia; dia mengakui cinta dan keinginan mereka.
Iblis tidak mengatakan kepada Adam dan Hawa “pergi makan dari pohon itu” juga tidak dengan tepat dia mengatakan kepada mereka untuk tidak menaati Allah. Dia berbisik ke dalam hati mereka dan menanamkan pikiran dan keinginan gelisah.
Setan berkata kepada Adam dan Hawa, “… Tuanmu tidak melarang kamu atas pohon ini kecuali kamu harus menjadi Malaikat atau menjadi orang yang abadi.” (Al-Quran 7:20)
Pikiran mereka dipenuhi pikiran tentang pohon tersebut, dan satu hari mereka memutuskan untuk makan dari situ. Adam dan Hawa berperilaku seperti semua manusia; mereka menjadi sibuk dengan pikiran mereka sendiri dan bisikan Setan dan mereka lupa peringatan dari Tuhan.
Pada titik inilah tradisi Yahudi dan Kristen sangat berbeda dari Islam. Tidak ada kata-kata Allah SWT – Quran, atau tradisi dan perkataan Nabi Muhammad – yang menunjukkan bahwa Setan datang kepada Adam dan Hawa dalam bentuk ular atau ular.
Islam sama sekali tidak menunjukkan bahwa Hawa lebih lemah dari keduanya, atau bahwa ia menggoda Adam untuk tidak menaati Allah. Makan buah dari pohon itu adalah kesalahan yang dilakukan oleh Adam dan Hawa. Mereka memikul tanggung jawab yang sama. Itu bukan dosa asal yang dibicarakan dalam tradisi Kristen. Keturunan Adam tidak dihukum karena dosa-dosa orang tua asli mereka. Itu adalah kesalahan, dan Tuhan, dalam Kebijaksanaan dan Belas Kasihan-Nya yang tak terbatas, memaafkan mereka berdua.
Kisah Sebelumnya : "Kisah Adam Sebagai Manusia dan Nabi Pertama Bagian 1
"

Comments
Post a Comment